Ujian Orang Beriman

Republika, Kamis, 12 Januari 2006
Oleh : Arif Abi Naufal

”Seorang hamba memiliki suatu derajat di surga. Ketika ia tak dapat mencapainya dengan amal kebaikannya, maka Allah SWT menguji dan mencobanya agar ia mencapai derajat itu,” (HR Athabrani). Suatu hari Rasulullah SAW mengunjungi tempat penyiksaan keluarga Ammar bin Yasir. Kondisi sahabatnya itu begitu memilukan, sehingga hatinya laksana tercabik-cabik. Ammar memanggil Rasulullah SAW, ”Wahai Rasulullah, adzab yang kami derita telah sampai ke puncak.”

Maka Rasulullah SAW bersabda, ”Sabarlah, wahai Abal Yaqzhan. Sabarlah, wahai keluarga Yasir. Tempat yang dijanjikan bagi kalian adalah surga.” (Rijaal Haular Rasul). Ujian bagi orang beriman, ibarat tempaan bumi pada sebuah batu intan. Semakin lama ia terkondisikan dalam perut bumi, maka intan itu semakin bernilai tinggi. Allah SWT berulang-ulang menegaskan hal ini. ”Apakah kalian mengira akan dapat masuk surga. Padahal, belum lagi terbukti bagi Allah SWT orang-orang yang berjuang di antara kalian, begitupun orang-orang yang tabah.” (QS Ali Imran: 142).

Orang yang tabah senantiasa bersabar dalam menerima ujian. Hakikat itulah yang Allah SWT dan Rasul-Nya inginkan, sehingga maksimalitas atas keimanan berada pada puncaknya. Yakin dalam keimanan yang murni, bahwa hanya Allah SWT tempat bergantung, Allah tempat berlindung. ”Sungguh, Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, hingga terbuktilah bagi Allah orang-orang yang benar dan terbukti pula orang-orang yang dusta.” (QS Al Ankabut: 3).

Khabbab al-Arats, sahabat yang tubuhnya menjadi saksi atas kekejian kafir Quraisy, ditindih batu yang panas membara, kepalanya diselar besi panas. Tubuhnya yang penuh luka diseret di atas timbunan bara api, sehingga lemak dan darahnya memadamkan bara api itu.

Ia dan beberapa sahabat yang sama-sama mengalami kebrutalan kafir Quraisy, datang menemui Rasulullah SAW. Mereka mengadu agar segera meminta pertolongan Allah SWT. Namun, Rasulullah SAW justru meminta untuk bersabar. Sebab, siksaan yang mereka alami belumlah seberapa dibandingkan dengan yang dialami orang beriman sebelum mereka.

”Sungguh, Allah SWT akan menyempurnakan hal itu, hingga setiap pengembara yang bepergian dari Shan’a ke Hadhramaut, tiada takut kecuali kepada Allah Azza wa Jalla, meski serigala ada di antara hewan gembalaannya. Tetapi, saudara-saudara terburu-buru.” Mendengar kata-kata Nabi SAW itu bertambahlah keimanan dan keteguhan hati mereka (HR. Bukhari).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: