Istighfar

Istighfar berarti meminta ampun kepada Allah, dengan harapan agar Allah menutupi dan memaafkan dosa-dosa yang pernah dilakukan-nya, serta tidak menghukumnya (Ibnu Qayyim, Madarik Salikin: Juz I, hal. 20).

Orang yang selalu istighfar, niscaya Allah akan meninggikan derajatnya di dunia dan di akherat. Tinggi derajatnya di dunia, karena orang yang selalu beristighfar akan selalu hati-hati dalam berbuat, seandainya ia terjatuh ke dalam suatu kesalahan ataupun dosa segera ia ingat Allah swt dan memohon ampun kepada-Nya.Orang seperti ini akan disenangi dan dihormati oleh masyarakat sehingga secara otomatis derajatnya akan menjadi tinggi di mata mereka.


Seorang muslim yang selalu beristighfar dan memohon ampun kepada Allah atas segala kesalahan yang ia perbuat, tidak diragukan lagi hatinya akan menjadi bening dan bersih.

Masalah rizki, uang dan anak merupakan masalah yang menjadi perhatian seluruh manusia yang hidup di dunia ini. Berapa banyak manusia yang stress, bahkan tidak sedikit dari mereka yang bunuh diri akibat memikirkan harta dan keluarga. Berapa banyak rakyat kecil yang hidupnya susah, karena sulitnya mencari uang.

Dalam hal ini Imam Hasan Basri pernah didatangi oleh beberapa orang yang mengeluh karena kehidupannya sulit dan sawahnya kering, maka beliau menjawab : ” Kamu harus banyak beristighfar ” . Kemudian ada lagi yang datang meminta doa agar segera dikarunia anak, maka beliau menjawab : ” Kamu harus banyak istighfar “.

Selain itu, yang harus kita ketahui juga, bahwa rizki dengan berbagai bentuk akan tersendat dan tertutup dari kita, manakala kita sering melakukan maksiat kepada Allah swt. Jadi maksiat adalah penghalang turunnya rizki, sebaliknya beristighfar dan amal sholeh akan membukakan pintu-pintu rizki.

Maka sangat dianjurkan siapa saja yang mendapatkan bencana atau cobaan dari Allah swt, seperti sakit, atau tersesat di jalan atau terjebak dalam gua, atau diculik orang atau terkena semburan lumpur, atau tergenang banjir, atau tertimpa bangunan karena gempa dan lain-lainnya, agar segera bisitighfar kepada Allah mengakui dosa-dosanya dan memohon ampun Allah swt. Nabi Yunus as, telah memberikan contoh kepada kita, ketika beliau terjebak dalam perut ikan paus, segera beristighfar dan memohon ampun atas dosa-dosanya.

“Sungguh,kadang-kadang terlintas dihatiku suatu persoalan yg sulit untuk aku pahami,maka aku beristighfar kepada Allah,sehingga dadaku menjadi lapang dan persoalan itu terpecahkan. Terkadang aku berada di pasar,Masjid,atau sekolah,hal itu tidak menghalangiku untuk mengucapkan istighfar,hingga aku memperoleh apa yg aku inginkan.” (Ibnu Taimiyyah)

Doa sayyidul istighfar:
اَللّهمَّ اَنْتَ رَبِّى لاَإِِلهَ إِلاَّ أَنْتَ خَلَقْـتَـنِى وَأَنَا عَبْدُكَ وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَاسْتَطَعْـتُ وَأَعُوْذُبِكَ مِنْ شَرِّ مَاصَنَعْـتُ أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَىَّ وَأَبُوْءُ بِذَنْبِى فَاغْـفِرْلِى فَإِنَّهُ لاَ يَغْـفِرُ الذُّنُوْبَ إِلاَّ أَنْتَ
Allahumma Anta rabbi laa ilaaha illa anta khalaqtani wa anaa ‘abduka wa ana ‘ala ‘ahdika wa wa’dika mastatha’tu wa a’udzubika min sharri maa shana’tu abuu u laka bini’matika ‘alayya wa abu u bidzanbi faghfirlii fainnahu laa yaghfirudz dzunuuba illa anta.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: