Berdoa, Law of Attraction dan Scarcity Mentality

Tertarik rasanya untuk meletakkan suatu analisis terhadap kenapa doa kita tidak terkabul (terlepas dari itu adalah rahasia Allah SWT semata), tetapi dari sudut pandang manusia, mungkin banyak hal yang belum kita lakukan. Salah satunya adalah apa-apa yang kita ucapkan belum sejalan dengan nuansa hati kita yang sangat penuh harap dan senantiasa hati kita yang tunduk kepada-Nya. Berikut uraian tokoh NLP (Neuro Linguistic Programming) Ronny Furqony Ronodirjo (terima kasih pak atas tulisannya) hubugan antara doa, LoA dan scarcity mentality. Selamat membaca dan semoga bermanfaat


Scarcity Mentality
Scarcity mentality / felling of lack adalah suatu situasi dimana seseorang merasa berkekurangan, merasa takut untuk tidak mendapatkan (tidak kebagian), merasa takut berbagi (sehingga menjadi pelit), merasa sulit untuk percaya bahwa ada cukup banyak sumberdaya di muka bumi (alam semesta ini berkekurangan, semua adalah langka).

Dalam kasus di Jakarta, para supir umumnya merasa tidak rela untuk memberikan ruang gerak bagi orang lain yang memberikan sign-in padanya. Rasa tidak rela ini berakar dari rasa tidak senang jika orang lain mendapatkan kemudahan, lha wong saya sendiri sudah antri panjang kok ada orang mau masuk begitu saja. Rasa tidak rela ini juga berakar dari rasa merasa berkekurangan waktu, seolah memberikan jalan bagi satu atau beberapa orang akan menghilangkan kesempatan baginya.

LoA (Law of Attraction) dan Scarcity Mentality
Lantas apa hubungan antara scarcity mentality / felling of lack dengan LoA? Apa pengaruhnya dalam hal suksesnya proses manifestasi keinginan kita?

Pengertian LoA adalah sebuah Law (hukum), jadi diyakini adalah suatu hal yang tidak terbantahkan lagi dan akan bekerja terus menerus disadari ataupun tidak.

LoA secara sederhana kurang lebih menyatakan bahwa apapun yang kita pikirkan akan tertarik dalam kehidupan kita. Individu masing-masing akan mengalami pengalaman mental dan fisik yang berhubungan dengan pikiran, kata, perasaan dan aksi mereka masing-masing yang dominan, sehingga setiap individu dapat mengontrol realitas yang akan mereka temukan dalam kehidupan dengan pikiran mereka sendiri.

Prinsipnya adalah bahwa pikiran anda baik itu conscious/sadar atau subconscious/bawah sadar, kepercayaan, emosi dan aksi Anda akan menarik realita atau pengalaman positif/negatif kedalam kehidupan Anda.

Banyak sekali definisi dan cara manifestasi dari Law of Attraction yang dapat ditemukan dari berbagai sumber seperti misalnya :
1. Bahwa pikiran positif akan menarik hal yang positif dan sebaliknya.
2.Bahwa kekuatan atraksi adalah hasil dari kekuatan kreatif dari alam semesta.
3. Bahwa apa yang Anda pikirkan, Anda akan dapatkan.
4. Bahwa dengan kekuatan atraksilah yang menyebabkan terciptanya semua yang ada di alam semesta.
5. Bahwa anda akan menarik apa saja yang anda pikirkan dan fokuskan.
6. Bahwa bila anda berpikir dan fokus pada kebahagiaan, maka kebahagiaan akan datang dalam hidup anda.
7. Bahwa mengisi pikiran dengan kesusahan, penderitaan akan menarik kejadian itu dalam kehidupan.
8. Bahwa bila Anda ingin sukses, jangan sekali-kali ada keraguan akan kegagalan timbul dipikiran Anda, karena kegagalanlah yang akan muncul.
9. Bahwa diperlukan bukan saja pikiran, tapi juga hasrat besar akan keinginan itu agar termanifestasi.
10. Bahwa apa yang Anda pikirkan telah terjadi dan terima saja kapan datangnya.
11. Bahwa pikiran Andalah yang menentukan kehidupan Anda.
12. Bahwa pikiran-pikiran yang diinginkan harus selalu diulang, ditambah dengan hasrat, perasaan agar termanifestasi.
13. Bahwa pikiran itu adalah magnit.
14. Bahwa energi menarik energi yang sama.
15. Bahwa Law of Attraction terus terjadi dalam setiap saat kehidupan kita.
16. Dan sebagainya.

LIKE ATTRACT LIKE

Maksudnya adalah untuk menarik suatu hal yang diinginkan, maka kita harus berada dalam kondisi (pikiran emosi) sepertinya hal yang diinginkan itu sudah dimiliki.

Contohnya adalah demikian, jika Anda menginginkan punya mobil, rumah, istri yang baik, suami yang baik, dll, sebenarnya kondisi (pikiran emosi) apa yang Anda kejar? Tentu saja jawabannya adalah supaya kita happy, bahagia, senang, dan lain-lain. Betul demikian?

Nah, jadi sesuai hukum Like Attract Like, maka pada saat kita berdoa, memohon, visualisasi dan seterusnya, maka kita harus berada dalam kondisi yang juga happy, bahagia, senang, dll itu. Karena untuk menarik happy kita juga harus happy. Inilah penyebab kenapa doa banyak yang tidak terkabul. Karena jika saat kita berdoa ternyata kita emosinya sedih, tidak percaya dan sebagainya, maka hukum LoA akan berjalan dan kita akan menarik segala sesuatu yang akan membuat kita makin sedih dan makin tidak percaya. Jadi berdoa, berafirmasi, bervisualisasi saja tidak cukup. Harus diperhatikan kondisi (pikiran dan emosi) saat kita berdoa, berafirmasi atau bervisualisasi. LoA merespon pada Vibrasi kita, bukan doa, afirmasi ataupun visualisasi kita. Loa akan merespon dengan cara mendatangkan lebih banyak kepada kita atas ‘apa yang kita rasakan’.

Mari kita pertajam hubungannya LoA dengan mental of lack. Pada saat kita mendapatkan impian, harapan kita, misal mendapatkan mobil, mendapatkan rumah, mendapatkan bonus, hadiah, cek uang dan sebagainya. Apakah Anda merasa berkelimpahan (abundance), atau anda merasa berkekurangan (feeling of lack)? Jelas jawabannya adalah feeling of abundance, merasa berkelimpahan.

Nah, pertanyaannya kemudian adalah, jika kita ingin menarik segala sesuatu yang akan membuat kita merasa berkelimpahan, maka kondisi pikiran emosi apa yang paling baik yang ada pada kita saat berdoa, berafirmasi, bervisualisasi? Jawabannya jelas. Like attract like. Jika ingin berkelimpahan maka kondisi pikiran dan emosi kita harus merasa berkelimpahan dulu, terutama saat berdoa. Maka dikatakan dalam firmanNya yang kurang lebih demikian “Jika engkau mensyukuri nikmatKu, maka Aku akan memberikan dan menambahkannya berlipat ganda. Dan jika engkau mengingkarinya maka siksaKu sesungguhnya amat pedih”. Dalam pendapat saya siksa pedih ini bukanlah di akherat sana nanti, namun di muka bumi ini. Jika rasa sukur dan abundance (berkelimpahan) tidak pernah kita tunjukkan/rasakan, maka Tuhan akan memberikan siksa pedih untuk pencapaian kita yang selanjutnya. Sampai disini semoga cukup jelas.

Berikutnya adalah, bagaimana caranya supaya kita senantiasa terkabul doa, afirmasi, visualisasi kita? Ya tentunya dengan cara senantiasa membuat pikiran dan emosi kita SELALU (selama 24 jam/hari) berada di dalam kondisi : penuh rasa syukur, penuh rasa berkelimpahan, dan penuh rasa bahagia. Ketiga kondisi (pikiran – emosi) ini yang paling kuat bagi terciptanya manifestasi atas keinginan kita.

Nah, dengan demikian jelas rasanya, kebiasaan tidak memberikan kesempatan bagi mobil orang lain untuk masuk ke antrian di depan kita adalah kebiasaan yang tidak perlu dipelihara. Karena kebiasaan ini hanya akan mengembangkan dan memupuk feeling of lack / scarcity mentality. Maka mulai hari ini, lampu se-i­n dari mobil lain artinya Anda akan mendapatkan kesempatan untuk memiliki emosi berkelimpahan dengan cara memberikan kesempatan masuk kepadanya. Jangan sia-siakan segala kesempatan atau kondisi yang akan membawa Anda senantiasa merasa abundance.

Nah, mau doa kita selalu makbul? Pastikan kondisi (pikiran-emosi) kita selalu dalam keadaan berkelimpahan, bahagia dan rasa syukur .

Alhamdulillah, penuh rasa syukur dan bahagia akhirnya saya dapat menyelesaikan artikel ini. Dan saya merasa berkelimpahan karena sudah membagikan pengetahuan ini dengan suka rela kepada orang lain. Semoga bermanfaat!

One Response

  1. setiap saat kita harus merasa bahagia, berkelimpahan dan syukur. Tapi kenapa yah ketika aku berperasaan itu aku menjadi over acting. jadi terkadang hasilnya tidak sesuai dengan harapan ?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: