Relaksasi

sumber: www.ronnyfr.com
Proses relaksasi progresif sederhana saja, namun sekalipun sederhana perlu dilakukan secara kongruen.

1. Untuk awal dan membiasakan diri Anda dapat menggunakan musik yang membantu rileks, seperti musik klasik bertempo barok, atau musik new age yang menenangkan pikiran. Anda boleh juga menggunakan bau-bauan harus seperti aromatherapy dan sebagainya. Kedua hal di atas hanya alat bantu saja, tidak wajib. Keduanya dipakai untuk menstimulasi indra telinga dan indra hidung agar juga memberikan informasi rileks kepada pikiran.
2. Proses dimulai dengan posisi tidur (atau duduk bersandar), gunakan pakaian kendor dan kendorkan semua pakaian yang melekat, terutama pakaian dalam. Di tahap awal ini Anda harus hati-hati sekali, jangan sampai pengendoran pakaian ini mengendorkan niat Anda untuk rileksasi malah kemudian melakukan “rekreasi” dengan pasangan Anda… Hehehe
3. Lanjutkan dengan menyadari keberadaan jari-jari kaki satu persatu, mulai dari jempol kaki kanan atau kiri. Lakukan dengan sabar dan rileks. Hindari terburu-buru.
4. Sadari perasaan apa yang ada di kulit jari kaki Anda, sadari persentuhan kulit jari-jari kaki dengan kasur atau benda lain yang menempel. Sadari keberadaan daging, otot dan tulang yang ada di dalamnya.
5. Kemudian dengan suara yang rrrrrriiiiiiileeeeeeeeeeeekks, katakan dalam hati “Wahai jari jempolkaki kananku, saya ingin kamu riiiiiilllllleeeeeeeeks”. Sambil mengatakan demikian, dengan sengaja Anda mengendurkan semua otot, kulit di jempol kaki kanan Anda. Waktu mengatakan rrrrrrrrrilllllleeeeeeeks, katakan dengan nada mengantuuuuuk, panjaaaaaaaaang dan suara yang memang riiiiiiileeeeeeeeeeeeks.
6. Saat melakukan proses itu, bayangkan otot Anda mengendur…, atau sambil membayangkan hal-hal yang membuat Anda senang dan rileeeks, bebas apa saja…, sepanjang cocok dengan Anda.
7. Kemudian lanjutkan dengan jari-jari kaki Anda yang lain, satu persatu. Lanjutkan ke atas, punggung kaki, pergelangan kaki, betis bawah, betis atas, lutut, belakang lutut dan seterusnya sampai ke kulit kepala Anda.
8. Lakukan semuanya dengan santai dan tidak terburu-buru. Serta dengan sengaja , menggunakan suara internal (self talk) yang santaiiii dan pelan (tidak pelu monoton, bahkan usahakan bernada ngantuuuuuuuk).
9. Setelah semuanya rileks, kemudian bayangkan sebuah es batu ditempelkan di kening Anda, dan dengan sengaja rasakan suatu perasaan dingin di kening, dan berimbas ke pada otak menjadi ikut dingin. Ingat perasaan dingin ini disengaja, bukan datang sendiri. Rasa dingin ini akan muncul setelah Anda meyakini bahwa memang ada es batu yang ditempelkan di kening Anda.
10. Setelah rasa dingin mengimbas ke otak, katakan pada otak agar supaya frekuensi gelombang otak menurun ke bawah menjadi lebih perlahaaaan…
11. Biasanya di tahap ini akan muncul sensasi melayang dan nafas bisa berpindah ke mulut. Ikuti saja, jangan dilawan…
12. Afirmasikan, “Seluruh tubuh dan otakku sudah rileks, sedangkan pikiranku terjaga dengan sempurna”.
13. Pertahankan kondisi ini cukup lama. Dalam kondisi ini akan terjadi beberapa kemungkinan :
1. Anda akan masuk kondisi hypnogogik (hypnotic state yang Anda sadari dan bisa di-utilisasi)
2. Anda akan masuk ke kondisi tidur dan kemudian menyadari mimpi Anda (lucid dreaming). Anda mimpi dan Anda sadar bahwa Anda sedang bermimpi.
3. Beberapa dapat mengalami OOBE (Out Of Body Experience)
14. Apapun yang Anda alami rileks saja, ikuti, semuanya baik-baik saja. Namun dalam tulisan ini kita hanya akan fokus di kondisi pertama saja.
15. Saat masuk ke kondisi ini, Anda lantas dapat membayangkan dan mengafirmasikan proses rejuvenation (peremajaan diri), kulit, daging, tulang, otot, dll. Anda boleh mengkombinasikan proses ini dengan energy apa saja, sepanjang Anda meyakini hal itu positif. Jika diinginkan, Anda juga boleh mengkombinasikan dengan penggunaan warna, seperti warna kuning keemasan, untuk memperkuat dan mempercepat proses peremajaan diri.
16. Jika Anda sudah masuk kondisi paling rileks dan pw (posisi wuenak), maka Anda boleh membuat Anchor di sini. Anchor ini akan Anda pakai nanti saat Anda membutuhkannya di lain waktu, misal saat Anda sakit gigi.
17. Jika Anda sudah selesai, Anda boleh melanjutkannya dengan membiarkan diri Anda tertidur, atau boleh bangun dengan perlahan-lahan…

Latihlah dengan sering, dan semakin sering dilatih, maka semakin mudah Anda mencapai kondisi ini. Akhirnya hanya dengan sekedipan mata Anda sudah masuk ke kondisi mengasyikan itu. Cukup dengan memicu anchor Anda tadi, maka Anda akan masuk ke kondisi itu…

EFEK SAMPING

Ada yang menanyakan apakah ada efek samping dari relaksasi progresif ini? Hehehe, jika ditanya soal efek samping saya biasanya langsung ingat lelucon saat seorang mau pakai Viagra : “Pak dokter, adakah efek samping dari penggunaan viagra?”. Maka oleh dokter dijawab dengan tegas, “Saya jamin tidak ada efek samping, yang ada adalah efek depan…, efeknya mengeras!” Hahahaha!

Nah, apakah efek samping relaksasi progresif ini? Sepanjang yang saya amati, efek sampingnya positif… Wajah istri dan wajah saya sendiri kelihatan lebih muda lho…, karena terbiasa melakukan rileksasi otot wajah saat proses relaksasi progresif itu. Usia saya selalu dianggap sekitar 30 tahun, sedangkan istri saya selalu dianggap masih anak SMA atau kuliahan… Hehehe, bukan narcis lho…, cuma kata orang aja…

Efek samping lain adalah, Anda menjadi terbiasa berkomunikasi dengan tubuh fisik Anda. Sehingga dengan sengaja Anda dapat merilekskan mulut saat Anda akan melakukan bedah mulut / gigi.

PENGGUNAAN / UTILISASI

Saat Anda mau dicabut gigi, sebelum berangkat ke dokter Anda perlu melakukan proses future pacing. Proses future pacing adalah sama dengan mental rehearsal : yakni latihan mental membayangkan secara 5 indera internal (holografik : VAKOG) untuk mengalami keberhasilan proses operasi gigi ini (atau tujuan lainnya) sesuai dengan yang Anda inginkan. Dalam hal ini, latihlah beberapa kali di rumah, proses cabut gigi yang enak dan menyenangkan. Latihlah berkomunikasi dengan seluruh bagian tubuh yang terlibat dengan proses pencabutan gigi, misal gigi, geraham, syaraf gigi, mulut, dll.

Saat proses pencabutan gigi mau dimulai, minta waktu sebentar pada dokter untuk berdoá pada Tuhan YME, dan kemudian memicu anchor relaksasi Anda. Setelah itu, kendurkan semua organ di seputar kepala Anda, terutama otak, mulut, geraham, gigi dan syaraf. Ajaklah berkomunikasi secara bathin untuk mau terlibat dalam proses ini secara menyenangkan, katakan pada tubuh Anda, bahwa semua ini bertujuan positif dan baik.

Pertahankan kondisi rileks ini dengan membayangkan proses sudah terjadi dengan lancar, dan mengatakan dalam hati, saya sudah mengalaminya secara pikiran / bathin, sehingga proses lebih mudah dilalui.

Oke, setelah selesai, pastikan Anda memanjatkan doá berterima kasih dan bersyukur pada Tuhan YME, berterima kasih pada dokter dan suster yang membantu…, dan tentu saja berterima kasih dengan seluruh organ kepala Anda yang terlibat dengan baik, termasuk pada pikiran sadar dan bawah sadar. Manusia terbiasa berterima kasih pada orang lain jika ditolong, namun lupa berterima kasih pada fungsi yang ada di tubuh sebagai ciptaan Tuhan YME dan sudah berfungsi baik…

Apabila Anda sudah pernah mengenal Presuposisi NLP, maka Anda pasti juga sudah pernah mendengar kalimat ini : “Every behavior has a positive intention”. Artinya, setiap perilaku memiliki tujuan yang positif, minimal dalam suatu konteks tertentu. Nah, jika kita mengalami rasa sakit pada gigi, maka pada saat itu kita harusnya bersyukur, karena perilaku memberi rasa sakit yang dilakukan oleh organ di daerah gigi kita itu memiliki tujuan positif.

Lha apa tujuan positif dari adanya rasa sakit pada gigi? Tujuannya adalah menginformasikan pada kita bahwa ada suatu yang salah pada derah gigi atau sekitarnya. Jadi sudah sepantasnya kita bersyukur, masih punya “rasa sakit”, karena kita masih diberikan indikator yang sempurna bahwa ada “permasalahan” di daerah gigi kita.

Kebayang nggak, jika Tuhan YME melenyapkan “rasa sakit” dari diri kita selamanya, maka akibatnya kita tidak akan tahu apabila kita sedang mengalami suatu penyakit atau perlukaan, atau mengalami permasalahan yang buruk dalam organ tubuh kita. Tuhan Yang Maha Sempurna sudah menciptakan manusia secara luar biasa…

Oke…

Demikianlah, Anda dapat menggunakan kemampuan ini untuk mengurasngi rasa sakit saat operasi apapun, termasuk mengurangi rasa sakit pada gigi, dan sebagainya…

Mungkin ada yang berpikir, kok agak-agak mirip dengan self hypnosis ya? Memang benar, sekalipun tidak sepenuhnya. Di sini kita menggunakan NLP untuk memodel proses self hypnosis, sehingga menjadi lebih mudah tercapai kondisi yang diinginkan.

So, jadddddddddiiiiiiiiiii, rrrrrrrrrrrrrrrriiiiiiiiiileeeeeeeeeeeks saaaaaajaaaaaaa….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: